Bibit Buah Cempedak (Artocarpus champeden Spreng)

Rp25,000.00

Jual Bibit Buah Cempedak

Deskripsi

[spoiler title=”Tanaman ini asalnya dari mana?”]

Menurut asal usulnya, Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) merupakan tanaman asli Indonesia. Saat ini penyebaran sudah merambah sampai Malaysia dan Papua Nugini. Di Indonesia, cempedak tersebut di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Jawa. Cempedak telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia.

[/spoiler]

[spoiler title=”Apa manfaat lain tanaman selain dikonsumsi buahnya?”]

Daging buah yang tebal dan membungkus biji itu dapat dimakan dalam keadaan segar atau dimasak. Daging buah ini, yang secara has berwarna kuning atau jingga, atau kadangkadang putih sampai merah jambu, konsistensinya lembek dan seperti bubur, serta memiliki bau yang has sekali. Rasanya manis, mendekati rasa durian atau mangga, dan sebagian orang menganggap cempedak lebih unggul daripada nangka. Di Malaysia, 2-3 lembar daging buah didempetkan, diberi tepung beras, gula, susu, dan air, lalu digoreng selama 10 menit, hasil olahan ini dimakan sebagai kue-kue. Buah mudanya dimasak bersantan dan dimakan sebagai sayur atau sop nangka muda. Daun mudanya konon digunakan juga sebagai sayur. Selain buahnya, hampir semua bagian tanaman cempedak dapat dimanfaatkan: akarnya-oleh sebagian kalangan masyarakat digunakan sebagai campuran jamu tradisional untuk wanita yang baru melahirkan. Kulit batangnya dapat digunakan sebagai bahan pembuat tali. Sedangkan kayunya yang berwarna kuning menarik tergolong awet dan keras. Meskipun tidak termasuk golongan kayu utama, tetapi dalam dunia perdagangan kayu cempedak dimasukkan ke dalam kelas II-III. Sehingga kayu cempedak banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan rumah dan perkakas rumah tangga. Biji buahnya pun enak disantap setelah diolah, digoreng atau direbus. Bahkan, konon di daerah Kalimantan Selatan kulit buahnya dapat diolah juga menjadi makanan yang cukup digemari. Daunnya merupakan salah satu jenis makanan yang disukai ternak.

[/spoiler]

[spoiler title=”Tanaman ini cocoknya dimana dan syarat tumbuhnya bagaimana?”]

Kisaran tempat tumbuh tanaman cempedak meliputi daerah yang cukup luas, dengan ketinggian antara 1-700 m di atas permukaan laut, bahkan sampai 1.300 m di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai hidup di daerah yang relatif basah dengan curah hujan cukup tinggi yaitu antara 2.500-3.000 mm/tahun. Tanah yang gembur dan berdrainasi baik merupakan jenis tanah yang diinginkan untuk pertumbuhannya.

[/spoiler]

[spoiler title=”Varietas tanaman yang sudah beredar apa saja dan bagaimana ciri/perbedaannya?”]
Varietas cimpedak di Indonesia, diantaranya ; Malinau, Sebapo, Saing, Kasumbo Kampar, Sumana, Malaysia.

[/spoiler]

[spoiler title=”Berbuah berapa tahun sejak ditanam?”]

Pohon cempedak yang berbuah lonjong berbuah pada umur 1,5-2 tahun. Pada umumnya buah masak setelah 8 bulan sejak bunganya muncul.

[/spoiler]

[spoiler title=”Umur produktif tanaman sampai berapa tahun?”]

Umur maksimum produksi buah 20-30 tahun, sesudah itu harus diremajakan

[/spoiler]

[spoiler title=”Bisa berapa banyak produksi per pohon buahnya? Ada musim ga?”]

Berbuah per pohon hingga 500 buah, tergantung varietas, satu tahun panen satu kali.

[/spoiler]

[spoiler title=”Hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang tanaman? Tanda-tanda / gejala serangannya seperti apa?”]

Buah cempedak biasa diserang oleh lalat buah, tetapi hal ini mudah diatasi dengan cara buah dibungkus; kulit kayunya kadang-kadang diserang oleh kumbang penggerek. Penyakit mati pucuk, yang disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora merupakan penyakit yang paling serius. Mula-mula bakteri ini menyerang pucukpucuk yang sedang tumbuh, tetapi kemudian menyebar ke bawah, dan akhirnya membunuh pohonnya.

Pengendalian Hama dan penyakit pada Cempedak bisa dilakukan dengan :

  1. Pembersihan rumput liar

Pada masa pembesaran tanaman, rumput sebaiknya  jangan disemprot, cukup dipangkas dan dibiarkan kering disekitar akar tanaman. Ini cukup berguna sebagai pupuk organic. Jika disemprot, pertumbuhan akar tanaman juga terganggu, akibatnya tanaman akan menjadi kuning. Apalagi jika tanaman sudah akan berbuah, akan beresiko gagal berbuah atau buah rasanya masam dan hambar.

  1. Pembersihan akar

Ketika kita melihat pada ujung daun mulai bermunculan seperti bakal buah yang kecil-kecil (sebenarnya merupakan bunga cempedak) atau mulai bermunculan tunas-tunas pada batang dan dahan tanaman, itu tandanya tanaman akan segera berbuah. Pada keadaan ini, kita harus segera melakukan pembersihan rumput pengikisan dedaunan kering disekitar akar. Gunakan pengerok sampah hingga diemeter sekitar 3 – 4m, lebih lebar lebih baik. tumpuk rerumputan serta dedaunan tersebut karena nanti akan dipakai untuk pengasapan.

Ini dilakukan agar akar tanaman memperoleh cukup oksigen dan tanah disekitar akar tidak lembab-basah. Manfaat dari pembersihan akar seperti ini sangat besar. Jika dilakukan menjelang berbuah, maka buahnya akan semakin lebat dan mengurangi resiko busuknya buah. Dan yang tak kalah pentingnya, tunas buah lebih cepat keluar sehingga berbuah sedikit lebih awal dari yang lainnya.

  1. Pembungkusan buah

Buah cempedak yang mulai membesar perlu dibungkus untuk mengurangi resiko busuk oleh ulat, lalat buah serta serangan mangsa seperti tupai. Besar buah kira-kira sudah melebihi ukuran baterai atau hamper seperti pergelangan tangan. Jika masih terlalu kecil, jangan dibungkus dulu karena proses penempelan serbuk sari masih berlangsung. Pembungkus yang paling aman adalah kantong plastic. Pilihlah kantong plastic yang sesauai ukurannya, jangan terlalu kecil. Lubangi bagian bawah plastic sekitar 2-3cm dan bungkus buah satu persatu. Ingat, buah dibungkus satu-satu, bukan per tangkai.

Pembungkus yang plaing baik adalah kantong plastic berwarna hitam. Sebab, tupai tidak akan memakan buah yang dibungkus, terutama dengan pem bungkus hitam. Jika di daerah anda sering terjadi serangan monyet atau monyet hitam, maka jangan sekali-kali menggunakan kantong plastic putih atau plastic berwarna. Itu justru menjadi benda menarik bagi mereka.

  1. Pengasapan

Pengasapan ini sangat perlu, gunanya adalah mengusir lalat  buah yang menyebabkan  busuknya buah. Pengasapan dilakukan dengan membakar dedaunan dan rerumputan yang sudah ditumpuk-tumpik tadi. Ingat, ketika pembakaran usahakan supaya keluar asap tebal, bukan kobaran apinya.

[/spoiler]

[spoiler title=”Jenis-Jenis Buah Cempedak”]

1. BUAH CEMPEDAK MALINAU

BUAH CEMPEDAK MALINAU

Bentuk buah bulat panjang; Panjang tangkai buah 8–15 cm; Jumlah buah per tandan 2–3 bauh; Warna bauh matang hijau kekuning-kuningan; Ukuran buah panjang 30–40 cm, asal Desa Batu Ujang-Ujang, Kec. Malinau Utara, Kab. Malinau

 

 
2. BUAH CEMPEDAK SEBAPO

BUAH CEMPEDAK SEBAPO

Kedudukan cabang pohon campedak ini sekitar 4,67 – 5,7 meter, warna batangnya keabu-abuan dengan bentuk batang  silindris. Bentuk daunnya bulat telur, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau. Ukuran daun panjang 20-25 cm dan lebar 6-9 cm. Kedudukan daun melengkung ke atas, produksi cempedak ini per pohonnya yakni sekitar 300-500 buah/tahun, Sebaran geografis buah legit ini berada di Kec. Mestong, Kab. Muaro Jambi, Jambi
3. BUAH CEMPEDAK SAING

BUAH CEMPEDAK SAING

Buah cempedak saing berbentuk silindris, ukuran buah panjangnya 30-50 cm, diameter 10-15 cm. Bobot buahnya 2,5-3,5 kg/buah. Warna kulit buah hijau kekuningan, warna daging buahnya kuning dengan tebal 0,8-1,0 cm, cempedak ini mampu memproduksi 250-450 buah/pohon/tahun, Cempedak ini merupakan buah yang khas dari Kecamatan Duseun Tengah, Kabupaten Barito Selatan dan Utara, Kalimantan Tengah
4. BUAH CEMPEDAK KASUMBO KAMPAR

BUAH CEMPEDAK KASUMBO KAMPAR

Cempedak Varietas Kasumbo Kampar berasal dari Desa Tiga Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabuapaten Kampar, Provinsi Riau, beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan altitude 10 – 50 m dpl, poensi hasil 1800 kg/pohon/tahun.

 
5. BUAH CEMPEDAK MALAYSIA

BUAH CEMPEDAK MALAYSIA

Diduga berasal dari negara Malaysia. Keistimewaannya, ciri buah ini merupakan perpaduan antara buah nangka dan cempedak. Bentuk buahnya mirip nangka, bulat lonjong dengan duri besar dan tumpul. warna kulit buah hijau. Warna daging buah kuning kemerahan dan rasanya manis. Aromanya khas, Biji buahnya agak bulat dan ukurannya sekitar dua kali lebih besar daripada biji cempedak biasa. Ukuran buahnya umumnya juga dua kali lebih besar dari cempedak biasa. Berat per buah sekitar 8 kg. Kelebihan yang lain, cempedak ini bersifat genjah.

[/spoiler]

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Bibit Buah Cempedak (Artocarpus champeden Spreng)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *