Bibit Buah Bacang (Mangifera foetida Lour)

Rp25,000.00

Jual Bibit Buah Bacang

Deskripsi

[spoiler title=”Tanaman ini asalnya dari mana?”]

Bacang adalah nama sejenis pohon buah yang masih sekerabat dengan mangga. Orang sering menyebut buahnya sebagai bacang, ambacang (Min.), embacang atau mangga bacang dan orang sunda menyebutnya limus, daging buahnya agak gatal karena getahnya. Juga dikenal dengan aneka nama daerah seperti limus (Sd.), asam hambawang (Banjar), macang atau machang (Malaysia), maa chang, ma chae atau ma mut (Thailand), la mot (Myanmar) dll. Dalam bahasa Inggris disebut bachang atau horse mango, sementara nama ilmiahnya adalah Mangifera foetida

[/spoiler]

[spoiler title=”Apa manfaat lain tanaman selain dikonsumsi buahnya?”]

Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan dari masyarakat mengkonsumsi buah bacang untuk campuran sambel, rujak, atau dikonsumsi secara langsung dengan menggunakan garam.

[/spoiler]

[spoiler title=”Manfaat Buah Bacang Untuk Kesehatan”]
•    Pada daun, tanaman obat bacang ini dapat digunakan untuk mengobati demam atau penurun panas.
•    Pada biji buah, dapat digunakan sebagai obat kulit seperti jamur, kudis dan eksim.
•    Mampu meningkatkan keinerja dari otak untuk lebih mengautkan memori atau ingatan.
•    Mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan.
•    Untuk menambah tenaga dan menyegarkan tubuh.
•    DLL.

[/spoiler]

[spoiler title=”Manfaat Buah Bacang Untuk Kecantikan”]
•    Sangat bagus untuk menu diet yang dapat melunturkan lemak secara cepat.
•    Mencegah kulit kering
•    Menunda penuaan dini
•    Menghilangkan keriput dan garis halus pada wajah.
•    DLL.

[/spoiler]

[spoiler title=”Tanaman ini cocoknya dimana dan syarat tumbuhnya bagaimana?”]

Tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 0 m sampai 1000 m dpl, dengan curah hujan 700 – 2.500 mm/tahun, dan suhu antara 28o – 30oC, pH / derajat keasaman tanah 5,5 – 6,5, jika pH terlalu asam perlu ditambahkan dolomit saat penanaman. Pohon ini telah beradaptasi di daerah yang curah hujannya tinggi dan dapat tumbuh pada ketinggian di atas 1000 m dpl

[/spoiler]

[spoiler title=”Varietas tanaman yang sudah beredar apa saja dan bagaimana ciri/perbedaannya?”]

Sampai sekarang belum diketahui varietas unggul yang dianjurkan.

[/spoiler]

[spoiler title=”Berbuah berapa tahun sejak ditanam?”]

Pohon dari bibit cangkokan atau tempelan akan berbuah pada umur 4-5 tahun sedangkan dari biji lebih lama lagi.

[/spoiler]

[spoiler title=”Umur produktif tanaman sampai berapa tahun?”]

Masa produktif tanaman Bacang mencapai 20 tahun.

[/spoiler]

[spoiler title=”Bisa berapa banyak produksi per pohon buahnya? Ada musim ga?”]

Produktivitas tanaman Bacang hingga tahun ke 20 dan mencapai 400 – 600 buah/pohon.

[/spoiler]

[spoiler title=”Hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang tanaman? Tanda-tanda / gejala serangannya seperti apa?”]

Penggerek batang (Rhytidodera fimulans, kumbang bercula panjang) sering merusak dan mematikan cabang, tetapi pohonnya sendiri dapat tetap hidup. Perusakan pada kulit batang oleh Arbela hanya pada bagian luarnya. Buah bacang seringkali dirusak oleh kumbang belalai mangga, Cryptorrhynchuf mangiferae, yang larvanya makan,daging buahnya

 

Hama
1.    Kepik (Cryptorrhynoccus gravis) ; Menyerang buah dan masuk ke dalamnya, Pengendalian : dengan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur.
2.    Bubuk buah; Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendalian : memusnahkan buah yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.
3.    Bisul daun (Procontarinia matteiana), Gejala : daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan. Pengendalian : penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi.
4.    Lalat buah, Gejala : buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas. Pengendalian : dengan memusnahkan buah yang rusak, memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida.
5.    Wereng (Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni), Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Wereng ini menyerang daun, rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.
6.    Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus), Tungau pertama menyerang daun yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.
7.    Codot, Memakan buah mangga di malam hari. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun, memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring.

 

Penyakit
1.     Penyakit manga, Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.
2.    Penyakit diplodia, Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. Pengendalian: dengan bubur bordeaux. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum.
3.    Cendawan jelaga, Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang.
4.    Bercak karat merah, Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Pengendalian: pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.
5.    Kudis buah, Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Pengendalian: fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.
6.    Penyakit Blendok, Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah warna menjadi coklat atau hitam. Pengendalian: memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.
7.    Gulma, Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang, menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat.

[/spoiler]

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Bibit Buah Bacang (Mangifera foetida Lour)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *