Bibit Buah Apel

Rp75,000.00

Jual Bibit Buah Apel

Deskripsi

Spesifikasi :

Ukuran Bibit : 15 Cm, 25 Cm, 50 Cm, 75 Cm
Media : Campuran Tanah Dengan Kompos
Kemasan : Polybag
Harga : tergantung ukuran bibit
Kami menyediakan bibit Apel unggul

 

[spoiler title=”Tanaman ini asalnya dari mana?”]
Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jatim. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950, dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo, Banyuwangi), Jawa Tengah (Tawangmangu), Bali (Buleleng dan Tabanan), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

[/spoiler]

[spoiler title=”Apa manfaat lain tanaman selain dikonsumsi buahnya?”]

Apel mengandung banyak vitamin C dan B. Selain dikonsumsi sebagai buah segar, apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi/pengganti.

[/spoiler]

[spoiler title=”Tanaman ini cocoknya dimana dan syarat tumbuhnya bagaimana?”]

Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl. Curah hujan yang ideal adalah 1.000-2.600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah. Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya, terutama pada saat pembungaan. Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 oC. Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 75-85%. Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam, mempunyai lapisan organik tinggi, dan struktur tanahnya remah dan gembur, mempunyai aerasi, penyerapan air, dan porositas baik, sehingga pertukaran oksigen, pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. Tanah yang cocok adalah Latosol, Andosol dan Regosol. Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia. Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman, sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami

[/spoiler]

[spoiler title=”Varietas tanaman yang sudah beredar apa saja dan bagaimana ciri/perbedaannya?”]

Dari spesies Malus sylvestris Mill ini, terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty, Manalagi, Anna, Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo

[/spoiler]

[spoiler title=”Berbuah berapa tahun sejak ditanam?”]

Tanaman apel dapat berbuah setelah berumur lebih dari 1 tahun sejak ditanam. Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar, tergantung pada varietas dan iklim. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi, pada musim hujan dan tempat lebih tinggi, umur buah lebih panjang.  Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening), yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal, aroma mulai terasa, warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres.

[/spoiler]

[spoiler title=”Umur produktif tanaman sampai berapa tahun?”]

Umur produktif tanaman apel rata-rata mencapai 20 – 25 tahun, tetapi jika kondisi tanaman apel terserang hama dan penyakit umur produktif sekitar 5 – 10 tahun.

[/spoiler]

[spoiler title=”Bisa berapa banyak produksi per pohon buahnya? Ada musim ga?”]

Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas, secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon.  Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan

[/spoiler]

[spoiler title=”Hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang tanaman? Tanda-tanda / gejala serangannya seperti apa?”]

 

Hama

  • Kutu hijau (Aphis pomi Geer) ; Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan, antena pendek, panjang tubuh 1,8 mm, ada yang bersayap ada pula yang tidak; panjang sayap 1,7 mm berwarna hitam; perkembangbiakan sangat cepat, telur dapat menetas dalam 3-4 Gejala:
  • (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan sel- sel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda, terutama ujung tunas muda, tangkai cabang, bunga, dan buah;
  • (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga); daun berubah bentuk, mengkerut, leriting, terlambat berbunga, buah-buah muda gugur,jika tidak mutu buahpun jelek. Pengendalian:
  • (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat);
  • (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa;
  • (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1,6 liter;
  • (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali; (5) Convidor 200 SL (b.a. Imidakloprid) dosis 0,125-0,250 cc/liter air;
  • (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali
  • (7) Convidor ini dapat mematikan sampai  telur-telurnya;  cara  penyemprotan  dari  atas  ke  bawah.  Penyemprotan dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1,5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen.

 

  • Tungau, Spinder mite, cambuk merah (panonychus Ulmi) ; Ciri : berwarna merah tua, dan panjang 0,6 Gejala:
  • (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun;
  • (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning, buram, cokelat, dan mengering;
  • (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. Pengendalian:
  • (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa;
  • (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu.
  • Trips ; Ciri : berukuran kecil dengan panjang 1mm; nimfa berwarna putih kekuning- kuningan; dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman; bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang Gejala:
  • (1) menjerang daun, kuncup/tunas, dan buah yang masih sangat muda;
  • (2) pada daun terlihat berbintik- bintik putih, kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal;
  • (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur
  • (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu. Pengendalian:
  • (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat;
  • (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.a. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b.a. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas, berbunga, dan pembentukan buah.
  • Ulat daun (Spodoptera litura) ; Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran, meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. Gejala: menyerang daun, mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. Pengendalian:
  • (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun;
  • (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos).
  • Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) ; Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah, sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan Serabgga berukuran kecil. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum. Gejala: menyerang pada pagi, sore atau pada saat keadaan berawan; menyerang daun muda, tunas  dan  buah  buah  dengan  cara  menhisap  cairan  sel;  daun  yang terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris; tunas yang terserang menjadi coklat, kering dan akhirnya mati; serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat, nekrose, dan apabila buah membesar, bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun.  Pengendalian:
  • (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah.
  • (2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.a. Metomyl), Baycarb 500 EC (b.a. BPMC), yang dilakukan pada sore atau pagi hari.
  • Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) ; Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. Panjang larva 50 mm. Gejala: menyerang daun tua dan muda; tanaman yang terserang tinggal tulang daun- daunnya dengan kerusakan 30%; pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. Pengendalian:
  • (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur yang biasanya diletakkan pada daun;
  • (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos) dan Matador 25 EC.

 

  • Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) ; Ciri: larva tidak berkaki, setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging Warna lalat hitam, kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. Gejala: bentuk buah menjadi jelek, terlihat benjol-benjol. Pengendalian:
  • (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC;
  • (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0,1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina, maka jantan tertarik dan menhisap kapas.

Penyakit

 

  • Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) ; Penyebab: Padosphaera leucotich Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. Gejala:
  • (1) pada daun atas tampak putih, tunas tidak normal, kerdil dan tidak berbuah;
  • (2) pada buah berwarna coklat, berkutil coklat. Pengendalian:
  • (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar;
  • (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2,5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0,5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1,5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari.
  • Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. Davis) ; Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur, berwarna coklat, permukaan atas timbul titik hitam, dimulai dari daun tua, daun muda hingga seluruh bagian gugur. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat, bagian yang terserang dibuang dan dibakar; (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air, dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air, Henlate 0,5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.
  • Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) ; Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun, menghilangkan bagian tanaman yang
  • Penyakit kanker (Botryosphaeria ) ; Gejala: menyerang batang/cabang (busuk, warna coklat kehitaman, terkadang mengeluarkan cairan), dan buah (becak kecil warna cokelat muda, busuk, mengelembung, berair dan warna buah pucat. Pengendalian:
  • (1) tidak memanen buah terlalu masak;
  • (2) mengurangi kelembapan kebun;
  • (3) membuang bagian yang sakit;
  • (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz;
  • (5) disemprot Benomyl 0,5 gram/liter air, Antracol 70 WP 2 gram/liter air.
  • Busuk buah (Gloeosporium ) ; Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0,5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.
  • Busuk akar (Armilliaria Melea) ; Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah, ditandai dengan layu daun, gugur, dan kulit akar Pengendalian: dengan eradifikasi, yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya, bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun.

                                             Nama Varietas dan Ciri-ciri Deskripsi Apel

1. Apel Manalagi

Apel Manalagi

Apel ini disukai karena rasa daging buahnya manis – biarpun belum matang – dan aromanya kuat. Teksturnya agak liat dan kurang kandungan airnya. Warna daging buahnya putih kekuningan. Buahnya berbentuk agak bulat dengan ujung dan pangkal berlekuk dangkal. Diameter buah antara 4-7 cm dan berat 75-160 g per buah. Kulit buah berwarna hijau muda kekuningan saat matang. Produksi rata-rata per pohon 75 kg.

 

 

 

2. Apel Rome Beauty

Apel Rome Beauty

Apel ini disebut juga apel hijau atau apel australia. Ciri khasnya terletak pada warna kulit buah yang tetap hijau kekuningan meskipun sudah masak. Buahnya berbentuk agak bulat dengan lekukan di bagian ujung relatif dalam. Berat rata-rata tiap buah sekitar 175 g. Daging buah keras, bertekstur halus, dan beraroma kuat dengan warna putih. Rasanya segar sedikit asam. Tanaman yang umurnya sudah mencapai tujuh tahun produksinya dapat mencapai 30-40 kg per pohon per musim.

 

3. Apel Wanglin

Apel Wanglin

Apel ini berasal dari Jepang dan dapat dijumpai di Batu, Malang. Bentuknya mirip apel princess noble dan warna kulit buahnya mirip apel granny smith. Daging buahnya empuk dan renyah. Daging buah yang tua berwarna putih dengan rasa kurang manis dan aroma kurang tajam. Namun, daging buah ini akan berubah warna menjadi krem dan rasanya menjadi manis segar dengan aroma tajam setelah diperam selama 2-3 minggu. Produksinya tidak sebanyak apel jenis lainnya. Setelah berumur enam tahun total produksinya hanya 6 kg per pohon per tahun.

 

 

 

4. Apel Granny Smith

Apel Granny Smith

Apel ini berasal dari daratan Australia yang beriklim subtropis. Namun, apel ini juga dapat tumbuh baik di Batu, Malang, Jawa Timur. Buahnya berbentuk bulat dengan pangkal dan ujung buah berlekuk dangkal. Kulit buah yang telah matang berwarna hijau kekuningan dan dihiasi dengan bintik-bintik berwarna putih. Pada bagian pangkalnya warna kulit ini bercampur dengan warna cokelat kemerahan. Daging buahnya berwarna putih dengan tekstur halus dan agak keras. Apel yang rasanya manis segar dengan aroma yang tajam ini memiliki kandungan air yang banyak.

 

 

5. Apel Fuji

Apel Fuji

Apel Fuji hasil seleksi dari silangan antara red delicious dan ralls janet yang dilakukan di Jepang. Fuji diperkenalkan pada umum tahun 1962 dan kini kultivar ini populer di Jepang, Cina, Korea, dan Amerika. Di Jepang, fuji berwama merah cerah dan ukurannya sebanding dengan mc. intosch. Hal ini mungkin terjadi karena ada perbedaan suhu siang (18-23 °C) dan malam (8-10 °C) yang cukup besar. Di Malang kulitnya berubah menjadi merah hijau kecokelatan. Daging buahnya putih kekuningan, renyah, dan berair banyak. Rasanya manis agak asam, cukup menyegarkan. Produksi buah 6 kg/pohon/ musim. Bentuk buah fuji flat round. Pucuk buah mendatar. Kedua sisinya bulat. Daun yang berwarna hijau tua ujungnya meruncing dan agak melipat. Tulang daun berwama hijau muda. Tepinya bergerigi tajam tidak beraturan.

 

6. Apel Golden Delicious

Apel Golden Delicious

Golden delicious merupakan salah satu kultivar apel yang paling banyak ditanam di sentra-sentra utama apel di dunia. Apel yang berasal dari Amerika ini ditemukan oleh A.H. Mullins yang tinggal di West Virginia pada tahun 1890 dan selanjutnya diperkenalkan pada umum tahun 1914. Ukuran buah apel yang sudah dikoleksi di kebun percobaan Banaran sejak tahun 1970 ini termasuk sedang (67 x 64 mm). Bentuknya round conical sampai oblong. Kulit buah hijau kekuningan. Tangkai buah kecil (2 mm) dan sangat panjang (30-41 mm). Bekas kelopak bunga tertutup atau setengah terbuka. Sepalnya panjang. Golden delicious beraroma harum. Daging buah berair banyak dan rasanya manis asam menyegarkan. Garis tengah buah berbentuk basal. Sedangkan biji agak bulat dan berujung tumpul. Daun kultivar ini panjang, sempit, dan berujung runcing. Tepi daun bergerigi tajam, tipis, dan permukaannya datar. Wama daun hijau kekuningan. Permukaan bawah daun berbulu halus. Bunga berwama campuran antara putih dan merah muda. Tajuknya lebar.

 

7. Apel Gala / Apel Lengkeng Prancis

Apel Gala / Apel Lengkeng Prancis

Di Indonesia kultivar ini dijual dengan nama apel lengkeng Prancis. Apel ini pertama kali ditemukan di New Zealand pada tahun 1934 oleh J.H. Kidd dari Greytown. Gala hasil silangan antara kidd’s orange red dengan golden delicious. Seleksi berlangsung sampai tahun 1939. Pada tahun 1960 kultivar itu mulai dikenal orang, meskipun nama gala baru dibuat pada tahun 1965. Ukura buah apel gala 61 x 58 mm. Bentuknya oblong conical. Kulitnya hijau kemerahan dengan semburat kuning. Daging buahnya berwarna putih. Buahnya keras, tetapi teksturnya lembut dan berair banyak. Dibandingkan red delicious, gala terasa sedikit lebih asam. Turunan dari apel gala sudah banyak. Contohnya imperial gala, regal prince gala, regal queen gala, galaxy gala, scarlet gala, gala go red, dan royal gala.

 

8. Apel Mc. Intosch

Apel Mc IntoschApel ini sudah ditemukan sejak tahun 1796 oleh John Mc. Intosch di Kanada, tetapi kultivar ini baru diberi nama mc. intosch pada tahun 1870. Kini mc. intosch banyak ditanam di Kanada dan Amerika. Di Indonesia, meskipun dapat tumbuh baik, populasinya masih kalah dibandingkan kultivar lain. Ukuran buah apel ini lebih besar daripada granny smith, yakni mencapai 70 x 67 mm. Bentuknya round atau flat round. Kulitnya berwarna merah tua merata. Tangkai buah kecil (2-3 mm). Bekas kelopak bunga yang terletak di pucuk buah sangat kecil, tertutup, atau agak terbuka. Sepalnya kecil dan berkumpul menjadi satu. Aroma Mc. intosch tidak begitu tajam, meskipun demikian daging buahnya terasa manis. Kandungan air cukup banyak. Jika dibelah tampak garis tengahnya yang berbentuk basal mengikat. Bijinya agak besar dengan ujung tumpul. Daun berujung runcing. Tepinya bergerigi tetapi tidak tajam. Warnanya hijau kekuningan, datar, agak tebal, dan berbulu. Tajuknya lebar. Bunga berwarna putih kemerahan dengan jumlah kelopak bunga 5 buah.

 

9. Apel Mutsu

Apel Mutsu

Sesuai dengan namanya, apel ini berasal dari Jepang. Ia berbuah pertama kali pada tahun 1937. Ukuran buah mutsu sebesar 77 x 73 mm. Bentuknya oblong. Kulitnya hijau kekuningan, kadang-kadang bercampur semburat merah. Tangkai buahnya kecil, yaitu sebesar 2,5 mm dengan panjang 22-30 mm. Bekas kelopak bunga tertutup atau agak terbuka. Buah apel Jepang ini berair banyak dan rasanya manis asam sehingga terasa menyegarkan. Warna daging buah putih. Garis tengahnya berbentuk basal bersinggungan. Bijinya bulat tumpul. Daun pohon apel berukuran sedang atau besar. Bentuknya ramping dengan ujung runcing. Tepi daun bergerigi tajam tidak beraturan. Wamaya hijau kelabu. Tajuk lebar. Bunga berwama campuran putih dan merah muda. Kelopak bunga berjumlah lima.

 

10. Apel Princess Noble

Apel Princess Noble

Apel ini disebut juga apel hijau atau apel australia. Ciri khasnya terletak pada warna kulit buah yang tetap hijau kekuningan meskipun sudah masak. Buahnya berbentuk agak bulat dengan lekukan di bagian ujung relatif dalam. Berat rata-rata tiap buah sekitar 175 g. Daging buah keras, bertekstur halus, dan beraroma kuat dengan warna putih. Rasanya segar sedikit asam. Tanaman yang umurnya sudah mencapai tujuh tahun produksinya dapat mencapai 30-40 kg per pohon per musim.

 

 

 

11. Apel Jonathan

Apel Jonathan

Bentuk dan  warnanya  mirip apel impor. Bentuk buah apel ini lonjong seperti trapesium terbalik dngn pangkal berlekuk dlm & ujung  berlekuk dangkal.  kulitnya sangat  tipis sehingga tidak biza di simpan tidak terlalu lama.   Daging buah yang baru dipetik rasanya asam dan aromanya kurang tajam , jika diperam selama 3-4 hari, rasanya menjadi manis dan beraroma tajam. Daging buah berwarna kuning dan mengandung banyak air.  Umur tujuh tahun pohon apel ini bisa menghasilkan buah antara 15 – 20 kg per pohon per tahun.

 

 

 

[/spoiler]

 

Gambar Tanaman Apel

Gambar Tanaman Apel

Ulasan

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Bibit Buah Apel”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *