Tanaman Buah Dalam Pot

JENIS TANAMAN YANG COCOK UNTUK TABULAMPOT

Tabulampot ( Tanaman Buah di Dalam Pot), bisa menjadi alternatif bagi sahabat yang punya hoby atau minat merawat tanaman tapi terkendala dengan lahan.

Dengan perawatan yang benar, tanaman di pot bisa berbuah dengan normal dan sekaligus jadi penghias halaman. Dapat dua manfaat, memetik buah dan menikmati keindahannya.

Salah satu kunci keberhasilan membuat TABULAMPOT yang baik, adalah memilih jenis tanaman yang tepat.  Salah satu ciri tanaman buah Pot yang bagus adalah bisa berbuah sepanjang tahun.

Berikut beberapa tanaman yang cocok untuk TABULAMPOT.

  1. Belimbing Manis (Averrhoa carambola). Belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun, tidak mengenal musim, percabangan mudah dibentuk dan sangat cepat berbuah. Mulai bisa berbuah 5-6 bulan sejak di tanam.

  1. Jambu Air.(Syzygium aqueum). Jambu air punya percabangan yang bagus dan indah,dan mudah berbuah. Mulai berbuah pada umur 1.5 tahun sejak di tanam. Beberapa Varietas jambu air unggul antara lain: Citra, Madu deli, cincalo,Black diamond, dan Dalhari dll.

  1. Mangga (Manggifera indica). Mangga termasuk tanaman yang cocock untuk TABULAPOT karena mudah dibentuk, sehingga percabangannya sangat ideal mengikuti rumus 1:3:9:27. Makin Tua bentuknya makin bagus. Kelebihan lainnya mangga juga relatif lebih mudah diatur masa berbuahnya. Umur 2 tahun sejak tanam sudah bisa berbuah, dan selanjutnya bisa di atur. Beberapa varietas mangga yang cukup terkenal amtara lain : Manalagi, Dermayu, Okyong, Cokanan, Khioe saway, irwin, nam dok mai, Yuwen dll.

  1. Sawo ( Achras zapota). Sawo merupakan salah satu tanaman Pot yang banyak di sukai. Mudah berbuah dan berbuah sepanjang tahun. Mulai berbuah umur 1 tahun sejak dari tanam.                                                                       
  2. Asam Jawa ( Tamarindus indica). Asam jawa termasuk tanaman yang bagus untuk TABULAMPOT, bentuk batang,dan daunnya yang cantik menjadi salah satu daya tarik. Selain itu bila dalam kondisi berbuah nampak elok sekali. Lebih lebih bila yang di tanam sejenis asam manis ( sweet Tamarind). Asam jawa mulai berbua pada usia 2.5 tahun sejak dari tanam bibit cangkok.                                                                                                               
  3. Kedondong Mini (Evia dulcis ). Kedondong Mini atau dikenal kedondong Bangkok, memiliki ukuran buah relatif lebih kecil dari kedondong lokal. Kelebihan kedondong Mini ini berbuah tanpa musim. Setiap habis berbuah, cabangnya di pangkas. Pada saat keluar tunas sekaligus membawa bakal bunga. Begitu seterusnya. Itu sebabnya tanaman ini jadi pilihan untuk di tanam di Pot.                                                                                             
  4. Jambu Biji (Psidium guajava ). Jambu Biji merupakan salah satu tanaman yang disukai untuk tanaman Pot. Jambu biji mudah sekali tumbuh, dan bisa berbuah sepanjang tahun atau tidak mengenal musim. Beberapa varietas jambu biji yang banyak di cari antara lain :Varietas mega merah, varitas wijaya merah, jambu biji kristal dan jambu biji sukun. Jambu biji bisa berbuah dalam umur 8 bulan sejak ditanam.                                         
  5. Srikaya (Annona squamosa). Srikaya merupakan salah satu pilihan untuk tabulapot. Mudah tumbuh, dan berbuah sepanjang tahun. Rasa buah yang manis dengan aroma khas merupakan alasan beberapa penggemar menanam Srikaya.                                                                                                                                                                           
  6. Jeruk ( citrus sp ). Jeruk merupakan jenis tanaman yang paling banyak di sukai untuk TABULAMPOT. Pilihan jenisnya banyak, dan bisa berbuah sepanjang tahun. Beberapa jenis jeruk yang banyak di tanam di pot antara lain : jeruk valencia, jeruk Kip, Jeruk lemon, jeruk Bali ( Pamelo), jeruk sambal, jeruk nipis, jeruk purut, dan jeruk jeruk lainnya.                                                                                                                                                                

Itu tadi beberpa jenis tanaman yang kami rekomendasikan untuk tanam  di tanam di pot.

Selain jenis tanaman, faktor lain yang jadi  penentu keberhasilan TABULAPOT adalah : memilih ukuran Pot, Mengolah Media Tanam, dan Pemupukan. Hal ini akan saya sharing di kesempatan mendatang.

Bila ada yang kurang jelas atau ada yang perlu didiskusikan silahkan kirim email ke : admin@mutiaratani.com atau via WA ke 08777 0142 985 , secepatnya kami usahakan balas.

Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

Perawatan Tanaman Buah

PEMELIHARAAN TANAMAN

 

Bissmillah….

Kali ini kita akan mebahas perihal Perawatan Tanaman Buah.

Ini sharing pertama di grup, mudah2an berkah

Saya anggap semua sudah pada punya tanaman, di kebun atau di Pot. Sama saja.

Mari kita mulai…

Perawatan Tanaman Buah yang harus kita lakukan, agar bisa tumbuh dan berbuah dengan baik  minimal 3 hal berikut.

  1. Penyiraman. Air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Karena itu pastikan kebutuhan airnya terpenuhi.  Pada musim penghujan air berlimpah, bahkan berlebih tapi pada musim kemarau seringkali kekurangan.

Tanda tanda tanaman kekurangan air : Daun layu, Penampakan daun kusam. Bila kekurangan air mencapai tahap yang berat daun bisa berguguran ( rontok).

Tersedianya air yang cukup memungkinkan akar bisa menyerap pupuk dengan baik, sehingga pertumbuhan tanaman pun baik/subur.

Pertahankan kondisi tanah di sekitar perakaran dalam kondisi lembab, tapi jangan sampai menggenang. Karena pori pori udara tanah masih diperlukan untuk sirkulasi udara berjalan baik.

Agar kondisi ini bisa terjaga, sering kita lihat dikebun dihamparkan serasah/sisa sisa tanaman jerami atau bahan lain. Sehingga penguapan disekitar perakaran tidak terlalu tinggi.

Sering kami temukan kematian bibit atau kegagalan dalam berkebun karena tidak memperhatikan suplai air yang memadai.

 

  1. Pemupukan Tanaman Buah. Untuk dapat tumbuh dan berbuah dengan baik tanaman memerlukan hara berupa mineral yang diambil dari tanah. Mineral tersebut ada yang dibutuhkan dalam jumlah besar ( hara Makro ) seperti Nitrogen ( N), Pospor( P), Kalium (K ), Magnesium ( Mg),Belerang ( S), Calsium ( Ca), dan ada juga yang diperlukan dalam jumlah kecil, tetapi harus ada (Unsur hara mikro),antara lain : Boron ( B), tembaga (Cu), seng (Zn), Besi (Fe), Manggan ( Mn), Clor ( Cl). Cobalt ( Co), dan Silikon ( Si).

Kekurangan salah satu unsur akan menggangu pertumbuhan tanaman. Tanaman yang kekurangan akan menunjukan gejala yang khas untuk setiap unsur.  Tapi jika tanaman sudah muncul tanda tanda kekurangan, berarti kekurangan tersebut sudah cukup parah. Dan perlu waktu lama untuk pulih kembali.

Karena itu tindakan pemupukan diperlukan terutama untuk menjaga agar kebutuhan unsur hara makro maupun mikro terpenuhi.

Pemupukan merupakan salah satu upaya yang dilakukan  untuk memenuhi kebutuhan hara. Sumber Pupuk yang tersedia di pasaran sebagai berikut: Untuk sumber Nitrogen bisa digunakan pupuk ( nama di pasaran ) : ZA, ZK dan Urea. Untuk sumber hara Posfor digunakan pupuk ( merek dagang ) TSP,atau  SP. Untuk sumber hara Kalium bisa di gunakan pupuk ( nama dagang di pasaran ) KCl, atau ZK.

Nama nama pupuk tadi disebut pupuk tunggal, karena hanya mengandung satu unsur hara yang diperlukan. Sementara Pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara di sebut pupuk majemuk, antara lain  DAP ( mengandun dua unsur hara yaitu Nitrogen dan Posfor ), NPK ( mengandung tiga unsur hara yang diperlukan yaitu : Nitrogen, Posfor dan Kalium ).

Untuk membantu terpenuhinya unsur hara mikro sebaiknya gunakan pupuk daun ( pupuk yang aplikasi pemberiannya lewat daun/ dengan cara di semprotkan ke daun ). Merek dagang sangat banyak beredar di pasaran, bijaksanalah dalam memilih pupuk.

Tanaman yang mengalami defisiensi ( kekurangan ) salah satu unsur hara, pertumbuhannya akan terganggu alias sakit. Tapi sakitnya tidak menular seperti sakit yang di sebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus.

Gejala yang di timbul biasanya terlihat pertama kali dari warna daun. Warna menguning, pucat atau bahkan seperti berkarat. Tergantung unsur apa yang kurang. Sehingga bila tidak paham bisa di salah artikan atau dikira tanaman tersebut kena jamur, kena bakteri atau virus.

Berikut ilustrasi tanaman yang mengalami defisiensi berbagai unsur hara.

  1. Pemangkasan Tanaman Buah. Ada dua tujuan pemangkasan tanaman.

Pertama pangkasan bentuk. Tujuan pangkasan bentuk memberi arah agar percabngan pohon sesuai dengan yang kita harapkan. Pangkasan bentuk biasanya dilakukan pada tanaman muda, tanaman umur mulai 1 sampai 2 tahun. Misalnya pada tanaman mangga, jeruk, jambu dll. Rumus yang umum di gunakan 1: 3: 9. Maksudnya Tanaman pokok di pangkas(1), dipangkas membentuk 3 cabang utama, di pangkas lagi masing2 cabang membentuk 3 cabang sehinnga total cabang menjadi 9.

Pangkasan Produksi. Pangkasan Produksi ini dilakukan untuk merangsang keluarnya bunga / Buah, seprti di lakukan pada tanaman anggur dan apel.

Pangkasan Pemeliharaan . Pangkasan pemeliharaan di lakukan  dengan tujuan untuk mempertahankan benntuk percabangan supaya tetap produktif, memangkas tunas2 yang tidak diperlukan dan tidak kebagian matahari, memangkas cabang/ranting yang sakit, dan memangkas tunai air/ wiwilan/tunas maling.

Pemangkasan cabang juga perlu dilakukan pada tanaman buah dalam pot ( TABULAMPOT) pada saat dilakukan penggantian media tanam.

 

  1. Pengendaliah Hama – Penyakit. Satu lagi kegiatan yang harus dan selalu harus dilakukan adalah pengendalian hama dan penyakit.

Hama, menunjuk pada jasad/organisma  pengganggu tanaman yang wujudnya bisa kita lihat dengan mata telanjang. Umumnya di dominasi dari golongan serangga,Seperti belalang, Ulat, dan serangga lainnya yang sering merusak tanaman.

Sementara Penyakit, menunjuk pada organisma pengganggu yang kita sulit melihatnya bila tidak menggunakan alat bantu. Umumnya dari golongan bakteri, jamur dan Virus. Yang dapat kita lihat adalah gejalanya, misal daun kriting, warna daun menguning, bentuk tidak normal.dll.

Untuk mengendalikan hama bila masih memungkinkan hindari menggunakan bahan bahan kimia beracun, misalnya dengan untuk mencegah busuk buah pada belimbing dan jambu air lakukan dengan pembungkusan, atau gunakan perangkap lalat dengan petrogenol.

Tapi bila cara tadi sudah tidak mampu, gunakan bahan kimia dengan bijak dan seminimal mungkin.

Perihal penyakit, sebagian besar di timbulkan oleh jamur, bakteri dan virus. Upaya pengendalian lebih dititk beratkan pada pencegahan. Pilih lah bibit yang sehat, dengan cara membeli bibit ditempat yang bisa dipercaya, minimal pedagang bibitnya mengerti tentang penyakit. Misalnya untuk bibit pisang gunakan bibit pisang hasil kultur jaringan. Jangan menanam pisang di daerah yang sudah terkena penyakit pisang dll.

Bila tanaman sudah terlanjur kena penyakit, lakukan isolasi supaya tidak menyebar dan gunakan obat pembasmi jamur ( Fungisida) bila penyakit tersebut di sebabkan jamur.  Tanaman yang sering kena serangan jamur antara lain : Durian, mangga, Pepaya, Semangka.

Jasad pengganggu lain yang tidak kalah pentingnya yaitu Gulma. Dalam istilah sehari hari rumput pengganggu. Usahakan di areal perakaran tanaman bersih dari rumput pengganggu. Karena di samping bisa bersaing dalam pengambilan zat hara tanaman, seringkali rumput ini menjadi sarang hama. Bersihkanlah.

Baik. Sampai disini dulu. Sampai ketemu di lain waktu.

Wassalam.ww

 

Bila ada yang kurang jelas dan pelu di diskusikan bisa whatsaap ke 08777 0142 985